Lubang hitam sering digambarkan sebagai penyedot kosmik yang siap menelan apa saja. Gambaran itu tidak sesuai dengan fisika. Berikut tujuh fakta lubang hitam yang sering menimbulkan salah paham.
1. Lubang hitam bukan penyedot debu
Banyak orang membayangkan lubang hitam menyedot semua materi di sekitarnya. Gravitasi lubang hitam bekerja sama seperti gravitasi bintang biasa. Kalau Matahari tiba-tiba berubah menjadi lubang hitam dengan massa yang sama, Bumi tidak akan terhisap. Orbit planet tetap stabil karena gravitasi hanya bergantung pada massa, bukan pada ukuran atau kerapatan objek. Lubang hitam punya gravitasi sangat kuat di dekatnya, tetapi pada jarak yang cukup jauh pengaruhnya sama dengan benda bermassa lain.
2. Cakrawala peristiwa adalah batas, bukan permukaan
Cakrawala peristiwa sering disebut sebagai “permukaan” lubang hitam. Sebenarnya ini batas matematis tempat kecepatan lepas melebihi kecepatan cahaya. Tidak ada materi padat di sana. Begitu sesuatu melewati cakrawala peristiwa, tidak ada jalan kembali karena untuk keluar diperlukan kecepatan melebihi cahaya, yang menurut relativitas umum tidak mungkin.
3. Spaghettifikasi: efek samping gravitasi ekstrem
Jika kamu bertanya-tanya apa yang terjadi ketika jatuh ke lubang hitam, jawabannya adalah spaghettifikasi. Gaya gravitasi di dekat lubang hitam sangat kuat dan berbeda-beda pada setiap titik tubuh. Kaki yang lebih dekat ke lubang hitam merasakan tarikan lebih besar daripada kepala. Tubuh memanjang seperti spageti lalu robek. Efek ini baru terasa kuat di dekat lubang hitam, terutama yang bermassa kecil. Pada lubang hitam supermasif, spaghettifikasi justru terjadi setelah melewati cakrawala peristiwa, sehingga astronom yang jatuh mungkin tidak langsung menyadarinya.
4. Lubang hitam bisa berputar dan bermuatan
Lubang hitam tidak harus diam. Sebagian besar lubang hitam yang kita kenal berputar sangat cepat karena terbentuk dari keruntuhan bintang yang berotasi. Dalam relativitas umum, lubang hitam berputar dijelaskan oleh metrik Kerr. Ada juga lubang hitam bermuatan listrik, meskipun di alam jarang ditemukan karena materi di sekitarnya cenderung menetralkan muatan. Secara teori, parameter putaran dan muatan memengaruhi bentuk cakrawala peristiwa dan ruang di sekitarnya.
5. Kita bisa “melihat” lubang hitam lewat pengaruhnya
Lubang hitam tidak memancarkan cahaya, tetapi kita bisa mendeteksinya dari interaksi dengan materi di sekitarnya. Ketika gas dan debu jatuh ke dalam lubang hitam, mereka membentuk cakram akresi yang sangat panas dan memancarkan sinar-X. Pengamatan gerakan bintang di sekitar pusat galaksi juga menunjukkan adanya objek masif tak terlihat. Pada 2019, kolaborasi Event Horizon Telescope merilis gambar pertama bayangan lubang hitam di galaksi M87, yang menunjukkan cincin cahaya di sekitar bayangan gelap.
6. Lubang hitam bukan wormhole
Dalam film fiksi ilmiah, lubang hitam sering dijadikan pintu masuk ke dimensi lain atau mesin waktu. Itu fantasi. Lubang hitam dan wormhole adalah dua solusi berbeda dalam persamaan relativitas umum. Wormhole (jembatan Einstein-Rosen) membutuhkan materi eksotis dengan energi negatif agar tetap stabil, yang belum pernah diamati. Lubang hitam tidak menawarkan jalan pintas ke tempat lain; siapa pun yang masuk akan berakhir di singularitas.
7. Ada lubang hitam supermasif di pusat galaksi kita
Bumi berada di galaksi Bima Sakti, yang memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, dikenal sebagai Sagittarius A*. Massanya sekitar empat juta kali massa Matahari. Lubang hitam ini relatif tenang dan tidak aktif mengonsumsi materi dalam jumlah besar. Para astronom mempelajarinya dengan mengamati gerakan bintang-bintang di sekitarnya. Salah satu bintang, S2, memiliki orbit sangat elips dan mendekati lubang hitam, memberikan bukti kuat keberadaan objek masif tak terlihat. Pengetahuan tentang lubang hitam juga membantu kita memahami cara menentukan arah utara dengan bintang, karena posisi bintang di langit dipengaruhi oleh struktur galaksi.
Tujuh fakta lubang hitam di atas menunjukkan bahwa objek ini bekerja menurut hukum fisika yang sama dengan benda langit lain, meski dalam kondisi ekstrem.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah lubang hitam bisa menelan Bumi?
Tidak. Lubang hitam terdekat yang diketahui berjarak ribuan tahun cahaya. Gravitasi lubang hitam juga tidak akan menyedot Bumi kecuali Bumi berada sangat dekat dengan cakrawala peristiwa. Orbit planet tetap stabil pada jarak yang aman.
Bagaimana cara astronom menemukan lubang hitam?
Astronom mendeteksi lubang hitam melalui pengaruhnya terhadap materi di sekitarnya, seperti emisi sinar-X dari cakram akresi, gerakan bintang yang mengorbit objek tak terlihat, dan pengamatan gelombang gravitasi dari penggabungan lubang hitam.
Apakah lubang hitam bisa menguap?
Menurut teori radiasi Hawking, lubang hitam dapat kehilangan massa secara perlahan akibat emisi partikel. Proses ini sangat lambat untuk lubang hitam bermassa bintang, dan belum ada bukti observasi langsung. Untuk lubang hitam supermasif, waktu penguapannya jauh lebih lama dari usia alam semesta.